• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Bank Indonesia Kuasai Pasar SBN, OECD Beri Peringatan

img

1pn0e5cvchj9ioeoyojmoy-arfo1ccieatcidqgu18q.workers.dev Bismillah semoga hari ini penuh kebaikan. Pada Edisi Ini mari kita bahas News yang lagi ramai dibicarakan. Ulasan Artikel Seputar News Bank Indonesia Kuasai Pasar SBN OECD Beri Peringatan Tetap fokus dan ikuti pembahasan sampe selesai.

Dominasi Kepemilikan SBN oleh Bank Indonesia Disorot OECD

Jakarta, 29 November 2024 - Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) menyoroti dominasi kepemilikan Surat Berharga Negara (SBN) oleh Bank Indonesia (BI).

Dalam survei ekonomi Indonesia edisi November 2024, OECD mengungkapkan bahwa BI telah membeli SBN dalam jumlah besar di pasar primer selama periode 2020-2022. Hal ini merupakan bagian dari kebijakan berbagi beban (burden sharing) dengan Kementerian Keuangan.

Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas pasar keuangan dan mendukung pemulihan ekonomi selama pandemi COVID-19. Namun, OECD mengkhawatirkan potensi risiko yang ditimbulkan oleh dominasi BI dalam kepemilikan SBN.

OECD merekomendasikan agar pemerintah Indonesia mengurangi ketergantungan pada BI untuk pembiayaan utang dan mengembangkan sumber pembiayaan alternatif. Hal ini akan membantu mengurangi risiko konsentrasi dan meningkatkan transparansi dalam pengelolaan utang negara.

© Copyright 2024 - Bilik Suara
Added Successfully

Type above and press Enter to search.

Tutup Ads