Kereta Hantu IKN Raib, Kembali ke Negeri Asal
1pn0e5cvchj9ioeoyojmoy-arfo1ccieatcidqgu18q.workers.dev Bismillah semoga hari ini penuh kebaikan. Kini mari kita kupas tuntas fakta-fakta tentang Informasi. Review Artikel Mengenai Informasi Kereta Hantu IKN Raib Kembali ke Negeri Asal Yuk
Evaluasi Teknologi Trem Otonom di Ibu Kota Nusantara
Hasil evaluasi Proof-of-Concept (PoC) menunjukkan bahwa sistem otonom trem otonom di Ibu Kota Nusantara (IKN) belum berfungsi optimal. Tim penilai merekomendasikan perbaikan dan penyempurnaan teknologi untuk pemanfaatannya sebagai transportasi publik.
Evaluasi mencakup aspek keselamatan, adaptasi, dan komunikasi. Tim penilai menyoroti perlunya peningkatan fitur keselamatan dalam situasi lalu lintas campuran, serta pembaruan sistem komunikasi sesuai standar keamanan siber.
Otorita IKN, yang bertanggung jawab atas pelaksanaan dan penilaian trem otonom, akan meminta pengembalian kereta ke China jika tidak ada perbaikan yang signifikan. Hal ini bertujuan untuk mencapai performa optimal sistem otonom sesuai standar yang dipersyaratkan.
Evaluasi PoC dilakukan oleh tim independen yang terdiri dari pakar transportasi dan teknologi sistem kendali otonom dari berbagai perguruan tinggi, asosiasi profesi, dan praktisi profesional di Indonesia.
Rincian Tim Penilai PoC:
| Nama | Institusi |
|---|---|
| Prof. Benyamin Kusumoputro | Universitas Indonesia |
| Prof. Nandy Setiadi Djaya Putra | Universitas Indonesia |
| Prof. Bambang Riyanto Trilaksono | Institut Teknologi Bandung |
| Prof. Danang Parikesit | Universitas Gadjah Mada |
| Dr. Nasrullah Armi | Pusat Riset Telekomunikasi BRIN |
| Aditya Dwi Laksana | Forum Transportasi Jalan dan Perkeretaapian MTI |
| Yanto Yulianto | Institution of Railway Signal Engineers (IRSE) |
Evaluasi PoC berlangsung dari 10 September hingga 22 Oktober 2024.
- Bukan Indra Sjafri atau Nova Arianto, BTN PSSI Pastikan Shin Tae-yong Pelatih Timnas Indonesia di Piala AFF 2024
- Menuju Puncak Piala Presiden 2024: Kesempatan Memenangkan Total Rp300 Juta Menanti, Begini Caranya!
- Cerita Alfharezzi Buffon Bisa Memiliki Nama Kiper Legendaris Timnas Italia: Berawal dari Piala Dunia 2006
